SBY Kritik Janji-janji Capres yang Terlalu Muluk

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Foto: Youtube
 

SNW – Presiden yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyindir para capres yang umbar janji saat kampanye. SBY mengaku akan mendukung calon presiden yang bisa memberikan janji-janji yang tidak muluk-muluk. Ia menilai janji-janjo capres ada yang membahayakan. SBY juga mengingatkan para capres bahwa mereka bukan sinterklas atau superman.

“Menurut saya janji-janji calon presiden berbahaya. Misalnya, ada seorang capres yang mengatakan, kalau jadi presiden, dia menasionalisasi semua aset,” tutur SBY saat wawancara dengan Suara Demokrat yang diunggah ke YouTube, Rabu (7/5).

Janji yang dilontarkan seorang calon presiden, kata SBY, itu bisa jadi terdengar sebagai pemimpin yang berani, tegas, dan memiliki rasa nasionalisme tinggi. Namun, apabila capres itu benar-benar terpilih sebagai Presiden dan menindaklanjuti janjinya itu dengan menasionalisasi semua perusahaan asing, maka perekonomian Indonesia bisa hancur.

“Nanti yang perjanjiannya sudah di era Bung Karno dan Pak Harto dan sekarang, hari ini di nasionalisasi aset asing di Indonesia, besok kita akan dituntut di arbitrase internasional. Lusa kita akan kalah. Kalahnya akan memporak-porandakan perekonomian kta, dampaknnya sangat dahsyat,” kata SBY.

SBY meminta rakyat untuk berhenti berharap terlalu besar pada pemimpin mereka. Ia juga meminta pemimpin sadar diri. Mereka bukan superman yang mampu melakukan apa saja saat nanti menjabat.
 
“Jangan meminta pemimpin memberikan apa pun seperti sinterklas. Pemimpin juga jangan merasa sinterklas atau superman, bisa memberi apa saja pada rakyat. Pemimpin merasa dirinya bisa melakukan apa saja dan kuat seperti superman. Itu kesalahan,” ujar SBY.

SBY juga menyinggung visi dan misi dari calon presiden lain yang ingin mengembalikan lagi Undang-undang Dasar 1945 sebelum adanya amandemen.

SBY menyatakan, dengan kembalinya UUD 1945 itu,  akan berimplikasi pada penerapan sistem presidensial murni, MPR memegang kendali pemerintahan dan kenegaraan, akan terjadi pemilihan tidak langsung.

“Saya tidak bisa bayangkan kalau itu betul-betul dijanjikan. Bisa saja itu janji kampanye dan tidak dilaksanakan, maka rakyat akan marah. Atau janji itu dilaksanakan, dan tidak peduli bagaimana dampaknya pada rakyat,” imbuh SBY.

 

Sumber :  Sayangi.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s