Ini Dia Tradisi Pemakaman Paling Mencekam di Dunia!

Dalam tradisi pemakaman langit, jenazah akan dipotong-potong dan diberikan kepada burung pemakan bangkai Foto: Irondance.blogspot
 

SNW – Sebuah nilai tradisi memang sejatinya harus tetap dipelihara dan tidak tergilas dengan perkembangan zaman yang kian pesat ini. Inilah yang terjadi di Tibet, negara yang satu ini tidak pernah meninggalkan nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan oleh para nenek moyang mereka. Antara lain sebuah tradisi yang tetap terpelihara hingga kini adalah tradisi pemakaman yang bernama pemakaman langit.

Pemakaman langit adalah sebuah tradisi  praktek penguburan yang dilakukan masyarakat provinsi Qinghai, Tibet, Mongolia Dalam dan Mongolia. Dalam tradisi ini, tubuh orang yang meninggal akan dipotong-potong untuk kemudian dijadikan makanan para burung pemakan bangkai. Tradisi inipun masih dianggap sebagai sebuah tradisi yang cukup menegangkan dan mencekam bagi sebagian masyarakat modern, seperti dilansir dari laman Dailymail, Selasa (6/5/2014).

Tradisi pemakanan langit ini dilakukan secara turun temurun karena umumnya masyarakat Tibet dan Mongolia merupakan penganut ajaran Buddha Vajrayana. Mereka percaya dengan adanya perpindahan roh atau reinkarnasi yang menyebabkan mereka tidak melihat tubuh manusia sebagai suatu kebutuhan untuk dipertahankan. Untuk itulah mereka menghilangkan tubuh manusia untuk mencapai kesempurnaan reinkarnasi melalui Pemakaman Langit.

Biasanya beberapa hari sebelum diadakan upacara pemakaman, para rahib yang dikenal sebagai Lama akan membakar kemenyan sambil melantunkan berbagai doa disekitar jenazah. Kemudian tubuh jenazah tersebut akan dipotong-potong oleh Rogyapas. Para Rogyapas ini melakukan tugas pemotongan sesuai ajaran Buddha sehingga membuat kemudahan bagi jiwa yang meninggal terus berlanjut sebelum akhirnya tubuh tersebut akan diberikan kepada burung pemakan bangkai.

Kemudian bagian tubuh yang tersisa akan ditaruh di sebuah Menara dengan nama Menara Keheningan selama 1 tahun. Pada Menara Keheningan ini jenazah pria dan wanita ditempatkan pada tempat yang sama. Ketika nantinya hanya tinggal tulang belulang yang tersisa, maka kemudian tulang-tulang tersebut akan ditumbuh atau dipecahkan dengan palu hinggal halus dan dijadikan makanan bagi burung-burung elang dan juga gagak.(SIS)

 

Sumber : Sayangi.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s