Gedongombo Kampung Para Wali Allah

SNW-Gedongombo yang terdiri dari dua kata Gedong yang artinya Gedung atau Tanah dan Ombo artinya Luas adalah suatu kelurahan di kecamatan Semanding , Kabupaten Tuban – Jawa Timur.

Sebuah kelurahan yang berbatasan antara kecamatan kota dan kecamatan semanding. sekitar 700 meter dari pusat kota danp alon-alon kota ranggalawe tersebut mempunyai suatu magnet bagi mereka yang suka berziarah ke makam penyebar agama islam maupun bagi mereka yang gemar olah spiritual.
Dimana kelurahan Gedongombo mempunyai banyak sekali pesarean atau makam para wali Allah. Sebagaimana dikenal masyarakat luas bahwa Tuban disebut juga sebagai Kota Wali maka tak ayal jika hampir setiap kelurahan mempunyai tokoh penyebar agama kelas wahid.

Begitu juga dengan kelurahan Gedongombo,namun kelurahan ini mempunyai lebih banyak cerita dari pada kelurahan yang lain,terutama pesarean Tiga yang sangat menarik bagi penulis.
Diantaranya adalah makan Mbah gedong atau oleh orang luar kampung di sebut juga Syech Siti Jenar. Terlepas dari skandal masa lampau,maka disi penulis tidak menyebut lagi peristiwa dalam sejarah.namun penulis hanya menulis tentang apa yang dimiliki oleh kelurahan Gedongombo secara umum.

Selain itu,ada makam Syech Maulana dimana Beliau merupakan cikal bakal warga keturunan arab yang sekarang menjadi penduduk di kota Tuban. Hal ini dapat dilihat banyaknya peziarah dari orang arab dan mengakui bahwa Syech Maulana adalah kakek buyut mereka.

Sedangkan di sebelah utara terdapat makam yang konon katanya adalah makam Brawijaya yang terakhir. Dari namanya,dapat ditebak bahwa beliau adalah orang penting di kerajaan Majapahit. Bahkan kalau penduduk ditanya,mereka menjawab kalau yang dimakamkan disana ialah prabu Brawijaya yang terakhir. Memang hal ini perlu di lakukan penelitian sejarah secara mendetail.

Selain adanya Tiga makam tokoh diatas, hal lain yang membuat penulis kagum adalah ditiap kawasan pemakaman terdapat sebuah pohon yang usianya susah di ukur. Entah kapan pastinya pohon itu ditanam. Tidak ada yang dapat mengetahuinya.
Seperti di janjikan,ketiga pohon di tiga tempat itu seperti bersamaan menanamnya. Namun yang terbesar ialah yang terletak di kawasan makam sekaligus masjid di lingkungan makam Seck Siti Jenar. Kira-kira kalau di peluk,membutihkan empat belas orang dewasa untuk merangkulnya. Betapa besar dan tuanya usia pohon tersebut.

Jika anda ingin berkunjung,sangat mudah mencapai tempat tersebut karena sangat dekat dengan kota dan tempat wiasat semacam goa Akbar dan berada di jalur antara Sunan Bonang dan Sunan Bejagung.

Demikian apa yang dapat penulis kabarkan dari kampung wali kelurahan Gedongombo-Tuban-Jawa Timur-Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s