Pangeran Pilar Emas

Karya Original : Satya Z.I
status : dalam penulisan
setelah berpamitan kakek itu langsung melanjutkan pejalanan pulang ke dusun.sementara San Tong diterima dengan baik Siauw Lan,bahkan dianggap adik sendiri.
Sementara itu Go Cong Wan masih memimpin para piauwsu mengirim barang ke kota Sichuan.selain diajari Ilmu sastra,San Tong juga dilatih Ilmu silat.Siauw Lan telah fasih menggunakan Ilmu silat yang dia pelajari dari gurunya Thian Cu Cinjin,tokoh misterius yang suka berkelana tanpa ikatan dengan dunia.Thian Cu Cinjin juga tak pernah bentrok dengan kaum rimba persilatan,baik dari golongan putih maupun hitam.hingga jarang orang mengetahui keberadaannya,hanya namanya yang harum dikenali dan di segani lawan maupun kawan.bersama Im Yang It Siansu dia pernah menggemparkan dunia kangouw berpuluh tahun lampau.

Setiap selesai belajar silat maupun sastra,San Tong membatu para piawsu yang bertugas di rumah itu membereskan logistik,tak jarang pula dia keluar rumah untuk berburu dihutan yang lumayan jauh dar kota raja.tak terasa San Tong sudah 6 tahun berada di rumah Wan Pangcu.hingga tumbuh menjadi pemuda gagah dan tampan,alisnya melindungi mata bagaikan golok,kulitnya putih bersih.

“Tong-te..ayah menyuruh aku ke Sangxi,kamu bantulah ayah mengurus keperluan di piauwkiok kita” pesan Siauw Lan pada San Tong “Baik Lan-ci,kapan ceici berangkat?” jawab San Tong, “hari ini aku berangkat,kau mau pesan oleh-oleh apa dari Sangxi?” Lan Lan menawi..
“tidak usah repaot-repot Cieci,yang penting Cieci selamat pulang pergi”
“engkau memang berhati baik,baiklah aku akan siap-siap lalu berangkat” sampai bertemu lagi Tong-te..
“hati-hati dijalan cieci..”

San Tong melanjutkan pekerjaannya mengatur jadwal keberangkatan piauwsu untuk beberapa hari mendatang.piauwkiok naga kuning berkembang pesat,namanya bersih karena para piauwsu yang mengawal barang rata rata jago silat,mereka juga banyak kenalan orang orang kangouw sehingga dapat dengan mudah minta bantuan jika ada perampok menghadang.

Setelah Siauw Lan berangkat ke kota sangxi,San Tong lah yang mengurus segala keperluan para piauwsu.
“Tong-ji, kemari sebentar” tiba tiba ada yang memanggil San Tong. “ada apa lopek?” jawab San Tong pada pamannya Go Cong Wan atau Wan pangcu.”engkau telah banyak bekerja” lanjutnya “aku memberi cuti 3 hari padamu,manfaatkanlah waktu itu dengan hal berguna” kata Wan pangcu
“ah,saya masih sanggup kerja lopek,kan disini saya harus bekerja” jawab San Tong,Wan pangcu tertawa mendengar jawaban Sin Tong,namun hatinya puas,bahwa Sin Tong memang orang yang mengenal Budi .lalu berkata “engkau memang anak baik,nah..sekarang silahkan beristirahat dan besok kamu boleh cuti” kata Wan pangcu
“sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu lopek,terima kasi atas perhatian lopek.sekarang saya mohon diri”
Wan pangcu tersenyum dan manggut manggut,lantas San Tong bangkit dan langsung menuju kamarnya untuk istirahat.

Siang berganti malam,bintang bulan seakan tak mau ketinggalan menghias wajah langit yang tak tampak karena gelap…
sementara itu Siauw Lan dan Ciu So pelayannya terlihat memasuki penginapan di kota kecil itu,nampak beberapa pengunjung sedang menikmati makanan menatap Siauw Lan yang datang bersama Ciu So. “selamat datang nona,mau pesan apa?” kata pelayan
“saya mau pesan satu kamar,dan untuk makanannya daging sapi dan sayur secukupnya saja,ini saya bayar dimuka” kata siauw Lan,sambil memberikan kantung yang berisi uang. “baik nona,silahkan saya antar ke kamar” kata pelayan yang lasung mengajak mereka ke kamar yang di pesan tadi lalu berkata “nona,makanannya saya antar kekamar atau ke tempat lobi?” tanya pelayan itu, “antar kekamar saja,kami mau istirahat sekalian” perintah Siauw Lan
Pelayan itu mengangguk lantas pergi dari kamar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s