Pangeran Pilar Naga

Karya Original : Satya Z.I
Status : Dalam Penulisan

JILID I

Pada masa dinasti Beng kekaisaran bangsa Han sendiri,tanpa ada lagi pemberontakan.sebagian bangsa Goan telah kembali ke wilayah utara.sehingga penduduk tionggoan merasa aman.namun terjadi penjajahan atas rakyat oleh para pembesar-pembesar korup dan hartawan kaya yang semena-mena berbuat sesuka hati pada rakyat miskin.
Ini membuat beberapa kota semakin terpuruk,kemiskinan,kelaparan dan kematian adalah teror nyata pada pemerintahan kaisar Cu Thian Hwa.
Meskipun pembesar-pembesar yang dekat dengan kota raja dapat diminimalisir kejahatannya,namun tidak begitu dengan pembesar yang berada jauh dari kota raja.

Pagi itu kabut belum beranjak dari kaki langit,terlihat dua orang berjalan dengan membawa gerobak tua. “Tong-ji,engkau harus belajar ilmu silat dan sastra,agar engkau tidak sengsara seperti kakekmu ini” kata si kakek
“kakek,aku akan menuruti kata kakek” ujar anak itu
“bagus Tong-ji,ayah ibumu sudah tiada,hanya kakekmu inilah yang engkau punya” kakek itu terdiam,lalu melanjutkan “makanya kamu kakek titipkan pada putra sahabat kakek di kota raja.supaya engkau bisa mendapatkan didikan yang baik dari Wan pangcu”..”kakek,apakah kakek akan tinggal dirumah Wan pangcu juga?” kata sianak..
“tidak,kakek akan kembali ke dusun setelah menyerahkan engkau pada Wan pangcu,Tong-ji”..”kakek,setelah aku meraih semuan yang kakek impikan,aku akan menjemput kakek di dusun” ujar si anak dengan senyuman..
Kakek dan anak itu terus menyusuri jalan tanpa lelah,seolah-olah ada dorongan luar biasa.

Kakek itu sebenarnya merupakan petani di dusun,karena hasil panennya berkali-kali di paksa jual murah pada Hartawan yang berkuasa dengan uangnya mejilat ke pembesar kota.akhirnya mereka jatuh miskin,sulit mendapatkan makanan layak.bahkan anak besrta menantunya tewas karna melindungi hasil panen yang akan di ambil oleh pembesar untuk di berikan pada Hartawan yang sudah di sogok.

Matahari menyinari bumi sepanjang hari…
Namun apa daya tanah tak bisa memanfaatkannya..
Untuk apa kita bekerja…kalau hanya membuat orang lain kaya…
Kita yang berjasa…mereka yang hidup mulia….

Syair kekecewaan tergambar jelas..kakek dan anak itu tiba di kota raja.
“kongcu,aku mau tanya” kata si kakek
“silahkan Lopek,apa kiranya yang mau lopek tanya pada ku?” kata pemuda berpakaian rapi,tampak dari sikap dan gerak geriknya seperti seorang pejabat sipil..”kongcu,saya mau tanya alamat Go Cong Wan pangcu dari perkumpulan ekspedisi Naga Kuning.kiranya kongcu tau tempat nya,mohon diberitahukan” kata kakek sambil menjura hormat…
“ooh,ada apa paman mencari Go pangcu?” tanyanya selidik,soalnya mana mungkin orang miskin mau kirim barang lewat jasa piawsu.pikirnya dalam hati..”saya ada sedikit keperluan pangcu,dan saya adalah teman karib Go Lan Tin ayah dari Go Cong Wan pangcu” kakek itu tersenyum..”ah,kiranya menemui sahat lama,baiklah paman..silahkan ikuti jalan ini lurus saja,nah kalau sampai pertigaan,paman belok kiri..nah rumah Go pangcu nomor 3.” kata pemuda itu ramah.sang kakek pun berterima kasih lalu melanjutkan perjalanan,.”Tong-ji,ingat kata kakek ini.kamu harus taat dan patuh pada lopek mu.jangan menyusahkannya”..”iya kakek” SanTong menjawab..
Merekapun sampai pada gerbang rumah sekaligus kantor pusat ekspedisi Naga Kuning.terlihat seorang penjaga menghampiri mereka berdua lantas bertanya “mencari siapakah kalian?” kata penjaga..
“maaf tuan,apakah benar ini rumah Go pangcu?” jawab kakek itu..”benar,ada apakah lopek bertanya?” “begini tuan,nama saya Ji Kun,she Tan sahabat karib Go Lan Tin ingin bertemu keluarga Go” ujar kakek..
Mendengar bahwa kakek itu sahabat mendiang Go Lan Tin ayah dari pangcu nya,lantas saja penjaga mempersilahkan kakek itu masuk “maafkan saya Lopek,saya tidak tau kalau lopek sahabat mendiang lo-pangcu” penjaga itu menjelaskan
“ah,tak mengapa kongcu”
“mari masuk,silahkan tunggu disini saya mau melapor pada Go-nio” lalu penjaga masuk rumah dan tak lama muncul bersama nona cantik usianya sekitar 16 tahun,nona itu putri Go pangcu
“nona,mereka berdua inilah yang saya maksud” kata penjaga
Nona itu memandang mereka lalu berkata
“apakah kakek ini dari dusun linshu?” kata nona itu
“benar,apakah nona ini Lan-ji cucu Tinko?”
“ah,kiranya kakek Tan,mari-mari masuk” nona itu mengajak ngobrol..”Ni Cun,bawakan makanan kemari” katanya menyuruh pelayan rumah
“baik nona” jawab pelayan itu lalu pergi mengambilkan makanan.”jangan repot-repot Lan-ji,tujuanku kemari ingin menitipkan cucuku ini pada Wan pangcu” kakek itu mengelus rambut San Tong cucunya..”ah,sampai lupa aku menanyakan nama adik kecil ini..siapa namau?” ..”nama ku San Tong enci” jawab San Tong..
“Baiklah kakek Tan,saya akan mendidik adik Tong sebaik mungkin.jangan kawatirka n dia..” kata nona Lan sambil tersenyum…
Legalah hati Ji Kun mendengarnya,setelah memberi nasehat dan menghaturkan terima kasih pada Go Siauw Lan,kakek itu pamit pulang ke dusun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s