Cerita Silat Korea “Pangeran Tinta Emas”

Karya Original : Satya Z.I (Chan Thian Ong)
Status : dalam penulisan

Pada awal berdirinya Dinasti Goryeo dengan kaisar Wang Geon.pada tahun 958,pemerintah mengadobsi sistem ujian nasional.dalam masa pemerintahan kaisar Wang Geon yang di bantu oleh 4 jenderal gagah perkasa memimpin dengan bijaksana.meskipun terkesan hati-hati.rakyat bertumpu pada pertanian dan perdagangan sebagai kekuatan ekonomi mereka.
Pagi itu sangat cerah,terlihat bunga bermekaran pada musim semi.ketenangan suasana istana kaisar seakan tak membuat tenang hati seorang bocah yang usianya baru 10 tahun.dia bergerak lincah dengan pakaian mewah di kelilingi beberapa pelayan kerajaan.dia adalah sang pangeran mahkota Joh-Yi.

“Kau,tolong ambilkan aku pedang” katanya.
“Baik yang Mulia” jawab pelayan kerajaan.
Tak lama beerselang datang pelayan kerajaan membawa pedang mustika. “hamba menghaturkan pusaka yang mulia” ujar pelayan itu.
Pangeran menerima dan berlatih giat ilmu silat ajaran panglima penjaga istana kaisar yang bernama Hong Yu.panglima yang sudah dianggap bagian dari keluarga sendiri oleh kaisar.sang pangeran yang memang cerdas tersebut mampu menerima ajaran yang di berikan oleh Hong Yu.pangeran sangat berbeda dengan pangeran lain ini suka bebrkawan dengan siapa saja tanpa membedakan status sosial.

“hyaatttt…bukk,traang !!” dengan sempurna dia membawakan jurus demi jurus.”Ah,rasanya aku sudah tamat belajar ilmu ini” batinnya.
“plok,plok..” terdengar suara tepuk tangan.”bagus yang mulai”.pangeran menoleh,”ah,kiranya paman Yu”. “Hormat yang mulia” kata panglima Hong Yu sambil membungku.
“sudahlah paman,tak usah banyak hormat” dilanjutkan “paman,kiranya semua ilmu silat yang paman bi sud saya kuasai,nah nant malam harap paman Yu sudi menemuiku di wisma perak”. “kiranya pangeran ada hal penting yang perlu di rundingkan dengan sa,Baiklah pangerangera.hamba akan datang ke wisma perak menemui yang mulia” kata panglima menyanggupi.
“baiklah,saya akan tunggu kedatangan paman” lanjutnya “baik,sampai disini dulu paman,saya akan ke ibunda permaisuri dulu” selesai berkata demikian pangeran melangkah pergi meninggalkan tempat latihan silat.

Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s