Mencegah bau mulut selama puasa


Bau mulut menjadi problem yang biasa dialami saat puasa. Jangan sampai problem ini mengganggu puasa dan aktivitas Anda . Nah,bagaimana cara mengatasinya? Bulan puasa telah tiba.  Anda pun sudah bersiap-siap menjalankan dengan khusyuk.

Namun, bagaimana dengan bau mulut yang selalu menghampiri saat puasa? Inilah yang membuat Anda merasa tak percaya diri, apalagi bila harus berkomunikasi dengan banyak orang.

Mungkin tidak aneh lagi bagi kita untuk merasakan sesuatu yang tidak sedap menghampiri mulut saat kita sedang menjalani kewajiban berpuasa selama 14 jam.

Beberapa pertanyaan pun muncul, mengapa bau tak sedap pada mulut, menyerang saat kita berpuasa?

Gigi putih bersih, senyum menawan, serta napas segar adalah dambaan sebagian masyarakat modern dewasa ini. Namun, apabila bau mulut atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah halitosis terjadi, bisa2 menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri.

Mulut merupakan gerbang masuknya makanan menuju tubuh dan menjadi gerbang keluarnya udara dari dalam tubuh, di samping memiliki fungsi yang sangat aktif dalam bersosialisasi sehari hari.

Setiap hari kita tersenyum, tertawa,dan berbicara dengan melibatkan organ ini,  dan saat berpuasa, keterlibatannya pun tidak kalah penting.

Dokter gigi dari Dharmawangsa  Dental Care, drg Aditya Pribadi SpOrtho, menjelaskan bahwa apabila dikaitkan dengan puasa :

penyebab utama bau mulut karena lambung yang kosong dalam waktu yang lama dapat merangsang timbulnya aroma yang kurang sedap, yang kemudian keluarkan melalui rongga mulut ”.

Selain itu,berkurangnya produksi air liur (saliva) karena berkurangnya rangsangan makanan yang masuk.

Saat saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut,” ujarnya.

Bau mulut saat puasa merupakan keluhan yang normal dijumpai. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa kita hindari. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga agar mulut kita tetap bersih dan napas terasa segar selama berpuasa.

Berdasarkan data yang disebutkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), pada dasarnya bau mulut disebabkan tiga faktor utama :

Faktor pertama

yaitu dari dalam mulut. Faktor di dalam mulut sendiri karena ada gigi berlubang, banyak plak atau karang gigi, serta gigi rusak bahkan sampai menjadikan gigi busuk karena dibiarkan atau tidak dirawat.

Faktor kedua

datang dari luar mulut. Faktor dari luar mulut, tetapi masih dari saluran napas atau cerna, atau penyakit umum lainnya. Peradangan atau penyakit pada bagian-bagian ini menyebabkan hal serupa seperti pada faktor yang pertama. Sebagai contoh: penyakit tuberkulosis (TBC paru) menyebabkan bau mulut agak amis, diabetes menyebabkan bau mulut seperti aceton (cairan pembersih cat kuku).

Faktor ketiga

adalah konsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan bau setelah beberapa jam mengonsumsinya, misalnya : petai, kopi, atau minuman keras.

 

Hindari tidur setelah makan sahur dengan kondisi gigi dan mulut yang masih ada sisa makanan, dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam.

“Dengan solusi yang tepat, menjalankan ibadah puasa pun akan lebih terasa nyaman,” ujarnya.

Salam.

Sumber: De’Rarz.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s